Minggu, 31 Januari 2016

2016 Investor Harus Bisa Cepat Beradaptasi

Tahun 2015 merupakan tahun yang sangat menantang bagi investor yang bergerak di sektor ekuitas, obligasi dan komoditas di sebagian besar wilayah di dunia dengan imbal hasil negatif dan volatilitas tinggi.

2016 Investor Harus Bisa Cepat Beradaptasi

Kondisi yang sama diperkirakan takkan berubah pada tahun ini. Untuk itu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah-ubah akan menjadi sangat penting. Namun secara keseluruhan, semuanya berharap pasar ekuitas global bisa menghasilkan keuntungan yang positif dan obligasi yang meningkat di tahun depan.

Pertanyaan kuncinya adalah apakah penurunan ekuitas global sebesar 15 persen pada pertengahan 2015 merupakan indikasi dari resesi yang akan datang di Amerika Serikat? Jika ya, maka jelas para investor akan mengambil posisi bertahan.

Namun, seperti dikutip dari Gulf News, Senin, 1 Februari 2016, ada pandangan yang berbeda dalam pandangan pengamat untuk 2016. Meski ekonomi AS kemungkinan menuju ke akhir siklus, ekspansi ekonomi saat ini kemungkinan akan terus berlanjut ke 2017.

Biasanya, resesi AS disebabkan oleh US Federal Reserve (The Fed) yang melakukan pengetatan kebijakan moneter agresif untuk fokus memerangi inflasi.

Sebaliknya, 2015 ditandai oleh tekanan disinflasi yang kuat. Meski kecenderungan ini mereda saat melalui 2016, kapasitas yang berlebihan di Eropa dan Tiongkok kemungkinan akan membatasi tekanan inflasi global. Pengamat pun mengharapkan The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter dengan cara bertahap.

Sementara itu, pertumbuhan diharapkan untuk berjalan moderat - terutama di Eropa dan Jepang - karena adanya pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal. Pengecualian untuk prospek ini tetap di Tiongkok, di mana angin kebijakan struktural cenderung menghambat pertumbuhan, meskipun ada pelonggaran kebijakan.

Apa artinya ini bagi investor?

Pendapatan perusahaan akan tetap dalam uptrend, terutama di pasar negara maju. Di AS, pendapatan 2015 terkoreksi akibat jatuhnya harga minyak. Hal ini mungkin akan sedikit berubah positif pada tahun 2016 karena harga minyak mulai merangkak naik.

Sementara itu, pengamat berharap statistik permintaan domestik di kawasan Euro dan Jepang menjadi kuat, yang berarti pendapatan perusahaan akan menjadi kurang bergantung pada sektor ekspor dan mata uang lemah.

Di Asia, kecuali Jepang, pendapatan juga diharapkan untuk berakselerasi secara moderat. Meskipun FactSet mengatakan adanya ekspektasi untuk pertumbuhan pendapatan mencapai 6 persen pada tahun 2016 yang menjadi bukti adanya sedikit optimistis.

Pengamat tetap memandang negatif pada prospek untuk pasar negara berkembang non-Asia, meskipun stabilisasi harga minyak akan menjadi positif untuk wilayah ini.

Hal ini melawan latar belakang yang diharapkan pengamat yang memprediksi pasar ekuitas global akan memberikan hasil yang positif pada tahun 2016, dengan pasar Euro dan Jepang kemungkinan melanjutkan outperformance mereka untuk tahun kedua berturut-turut.

Tentu saja, tidak semua positif. 2016 akan menjadi tahun yang penuh tantangan. Volatilitas biasanya terjadi di akhir siklus ekonomi dan untuk tahun ini terlihat berbeda.

Disebutkan, imbal hasil pasar ekuitas biasanya sangat positif dalam 12-24 bulan setelah The Fed memulai siklus pengetatannya. Oleh karena itu, investor harus menyeimbangkan risiko penurunan kelas aset berisiko, seperti ekuitas dan obligasi dengan imbal hasil tinggi.

Pengamat percaya investor dapat menyeimbangkan tekanan-tekanan yang muncul itu, dengan mempertahankan preferensi untuk ekuitas global, tetapi mencari lindung nilai terhadap risiko kenaikan volatilitas.

Pendekatan diversifikasi adalah kuncinya, dengan meningkatkan alokasi ke obligasi secara bertahap. Dengan syarat The Fed akan menaikkan suku bunga secara bertahap pula.

Risiko besarnya di sini adalah lonjakan inflasi yang akan menyebabkan pengetatan kebijakan moneter yang dipercepat, imbal hasil yang lebih tinggi dan kerugian modal untuk investor obligasi.

Harapan bahwa suku bunga akan tetap pada tingkat yang sangat rendah berarti investasi bisa menghasilkan pendapatan yang stabil tetap menjadi gaya investasi yang valid pada tahun 2016.

Pengamat merekomendasikan pendekatan tiga cabang sambil mempertimbangkan daya tarik kelas aset yang menghasilkan pendapatan berbeda - potensi pendapatan, ruang lingkup untuk pertumbuhan modal dan risiko penarikan.

Pengamat menyarankan investor harus sedikit mengurangi eksposur mereka terhadap ekuitas dengan dividen tinggi, mengingat risiko penurunan yang signifikan lagi pada tahun 2016, dan meningkatkan alokasi mereka untuk obligasi.

Tentu saja, hasil yang ditawarkan dari obligasi pemerintah yang diterbitkan dalam dolar AS masih menjadi yang terbaik. Meski banyak berita dari AS saat ini negatif, imbal hasil 8,7 persen (Barclays US Corporate High Yield Index) terlihat menarik di tengah penurunan tajam dalam kondisi ekonomi.

Jadi 2016 kemungkinan menjadi lingkungan yang keras bagi investor. Meskipun keuntungan selama setahun penuh cenderung lebih baik dari tahun 2015, namun tidak berjalan dengan mulus.

Untuk itu, strategi kunci investor pada tahun 2016 adalah 'beradaptasi dengan lingkungan yang berubah-ubah'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar