Minggu, 14 Februari 2016

Inilah Suasana Air Terjun Niagara Saat Kekeringan

Berusaha untuk mengubah jalannya sejarah, selalu menjadi motif utama dari berkembangnya peradaban manusia selama berabad-abad.



Seiring majunya peradaban dapat kita lihat banyak orang mencoba membuat terobosan-terobosan baru. Bahkan ada di antaranya yang mencoba menaklukan alam demi membuat penemuan baru.

Contohnya, para penemu yang mencoba menaklukan LINE udara dengan menciptakan pesawat terbang. Adapula mereka yang membangun mega struktur seperti Piramida atau bahkan menghentikan aliran salah satu sumber daya air terbesar di dunia, The Niagara Falls atau Air Terjun Niagara.

Ya, aliran Air Terjun Niagara yang terkenal sebagai viostin ikon Amerika Serikat itu ternyata pernah dihentikan lantaran beberapa tebing batunya longsor, pada tahun 1969. Karena itu perlu dilakukan analisis kestabilan batuan di dasar air terjun tersebut. Dan untuk melakukan hal itu, berarti aliran airnya harus dihentikan sementara.

The United States Army Corps of Engineers (USACE) lantas bertindak cepat. Mereka mencoba memotong aliran air terjun dari yang tadinya 60.000 galon per detik menjadi 15.000 galon per detik.

Dengan mengerahkan 1.264 truk pengangkat beban, sekitar 27.800 ton pasir dan tanah digunakan untuk mematikan sementara aliran air. Pasir-pasir yang digunakan itu telah berhasil membuat bbm dan mengurangi aliran air terjun dari 100 kaki ke 45 kaki, sedangkan kedalaman landaian berkisar 25 kaki hingga 50 kaki.

Beruntungnya, pengerjaan ini tidak berdampak sedikit pun pada keindahan tampilan Air Terjun Niagara setelah aliran Niagara diaktifkan kembali. Peristiwa berhenti mengalirnya Air Terjun Niagara pada tahun 1969 ini cukup menghebohkan publik Amerika kala itu.

Namun menariknya, pengeringan atau dewatering Niagara ini kabarnya akan kembali dilakukan karena ada jembatan tua berusia 115 tahun di kawasan tersebut yang perlu dibongkar.

"Pengeringan ini dilakukan karena ada jembatan tua berusia 115 tahun yang perlu dibongkar. Agar pondasi kokoh, tentu diperlukan kondisi yang kering," ujar Angela Berti, Agensi Taman dan Transportasi New York State.

Namun, menurut Angela, proses perbaikan wardah yang diprediksi memakan waktu lama itu akan dilakukan 3 – 7 tahun lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar